Dugaan Penyalahgunaan BBM Bersubsidi di SPBU Aeramo Nagekeo, Warga Desak Aparat Turun Sidak
TARGET OPRASI NEWS MY ID_Nagekeo, NTT
Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite di Kabupaten Nagekeo kembali memicu keluhan warga. Dugaan penyalahgunaan distribusi ditemukan di SPBU Aeramo, Kecamatan Aesesa Kab Nagekeo, Minggu (04/10/2026).
Persoalan kelangkaan BBM di radius Kota Mbay menjadi perhatian serius. Pemerintah Provinsi NTT sendiri telah menerbitkan Peraturan Gubernur yang mewajibkan pemilik kendaraan mengisi BBM dengan kondisi pajak kendaraan hidup. Namun di lapangan, aturan tersebut diduga dilanggar.
Berdasarkan pantauan wartawan di lokasi pada Sabtu sore (03/10/2026), pegawai SPBU Aeramo dengan leluasa mengizinkan satu unit sepeda motor mengisi Pertalite lebih dari 5 kali. Modusnya, BBM diisi ke tangki motor lalu disedot menggunakan selang dan dipindahkan ke jerigen yang dibawa di dalam keranjang.
Pemandangan tersebut tertangkap kamera wartawan. Saat dikonfirmasi, seorang pegawai Pertamina bernama Igo membenarkan praktik tersebut.
"Iya kita ijin mereka beli pake jerigen, lalu di tap lagi pake selang," ujar Igo saat diwawancarai.
Ironisnya, di saat motor tanpa surat dan mobil tanpa plat nomor bebas mengisi berulang kali, kendaraan warga yang antre justru dipersulit. Seorang sopir pick-up bernama Aris yang menjadi narasumber mengaku diperlakukan tidak adil.
Menurut Aris, mobil miliknya tidak diizinkan mengisi karena barcode bermasalah, sementara kendaraan lain yang juga tidak memenuhi syarat tetap dilayani.
"Kok mobil platnya tidak ada kok bisa isi BBM? Kendaraan kami seolah diabaikan, yang diprioritaskan malah roda dua yang jelas untuk dijual lagi," keluh Aris.
Warga juga menyoroti status SPBU Aeramo yang disebut masih dalam tahap uji coba sebelum resmi menjadi SPBU pemerintah. Seharusnya pelayanan dilakukan sesuai prosedur Pertamina, yakni penjualan Pertalite berbasis kuota dan wajib barcode aktif.
Masyarakat meminta Aparat Penegak Hukum dan pihak Pertamina untuk melakukan inspeksi mendadak di SPBU Aeramo. Mereka juga meminta pemilik SPBU dengan nomor seri atau Code Pertamina 55.864.07 untuk memperketat pengawasan dan menegur oknum pegawai yang menyalahi aturan.
"Jika pelayanan seperti ini terus dibiarkan, izin operasional SPBU Aeramo yang masih uji coba ini perlu dikaji ulang. Kelangkaan ini sangat merugikan pengguna Pertalite untuk keperluan harian," tegas warga.
Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen SPBU Aeramo belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan pelanggaran tersebut.






